Rabu, 01 Agustus 2007

Nyamuk!!!!! (Buat lucu-lucan...)

Aku tidur disini
sibuk menepuk-nepuk nyamuk
yang terbang musim hujan ini

plok...plok...
aku dapat satu, oh,
ini nyamuk mati di tanganku

aku tidur disini
masih dengan nyamuk
yang terbang mendengung di telingaku

hu...h, berisik!!!
plok...plok...plok...
aku dapat satu
oh, ini nyamuk mati lagi di tanganku

aku tidur disini
ya ampun!
nyamuk lagi!

kuambil raket listrik
bzzt....
aku dapat satu
oh, ini nyamuk gosong di raketku

aku tidur disini
sibuk menguap
tapi masih kulihat nyamuk melayang-layang

ah, sudahlah...
aku ngantuk!!!

Dia Masih Sepi

Dia sepi lagi
hanya dengan malam dia sendiri
lalu henyak nanti pagi

"Boleh kududuk disampingmu?
lalu kudengar sepi itu
lalu kuhantar damai padamu?"

Tapi masih saja
dia masih sepi

Di Atas Kursi di Bawah Pohon Mahoni


Boleh aku duduk disini?
Di atas kursi di bawah pohon mahoni
Menunggu senyum itu lagi
Yang datang sambil berlari
Boleh aku tunggu disini?
Di atas kursi di bawah pohon mahoni
Menunggu tangan yang menggapai
Lalu memintaku menyanyi lagu untuk siang ini
Menunggu mata yang jenaka
Lalu mengajakku tertawa-tawa
Menarik ujung hijabku
Lalu menciumi pipiku
Mengajakku merenung
Lalu menyimpul makna dunia

Boleh aku duduk dan tunggu disini?
Menatap ke ujung jalan dan berharap dia akan kemari
Ke kursi di bawah pohon mahoni

Rabu, 25 Juli 2007

On Rainy Days (July 18, 2007)

Hujan saja...
Ketika aku tengadah menatap langit
Sepertinya hujan tahu
Apa yang harus dia hapus dariku

Tak ada yang tahu saat itu
Aku hanya tersenyum
dan lalu menyapa hujan

hujan...
hapus lagi aku, jika kau lihat aku begini

Aku membisik pagi
Jangan bangunkan aku hari ini
Aku ingin tidur lagi
Memandang sejenak siluet abadi

Jangan dulu bangunkan aku pagi
paling tidak satu menit lagi
sebelum siluet itu pergi...

Sabtu, 21 Juli 2007

Kerinduan

Aku merindukan tenangku
Dalam buai-buai hampa
Keluguan senyum-senyum pagi
Keasingan benci pada hati
Ciuman sang malam hingga menjelang pagi
Apa dapat aku kembali?

Pada-Mu jalan rinduku
Seperti narasi tanpa titik dan koma
Sampai lelah pun tak ada jeda
Tak ada perhentian
Tak ada jalan untuk kembali ke huruf awal
Hanya bisa terus maju
tanpa titik dan koma

Simponi Hati

Bahkan sekarang
Derai hujan membisik gelap sempurnanya siluet rindu
Menari2 beku
sampai agni tak lagi nyala dalam sukma

Lalu diam, seperti malam yang selalu meremang dan bisu
Lalu terang dalam maya sosok-sosok cinta yang syahdu

Oh sesadar apa aku kini?
Tangan malam tak lagi menadah tangis yang riuh di seujung doa
Doa yang sepuas bumi lelah mengucap
Memohon dengan jarak tipis antara putus dan asa
Entah mana yang harus diminta?

Tetap saja galau
Tetap saja, aku masih rindu